Memilih Pemimpin









(Ilurtrasi, Sumber : wikimedia.com)




Jauh hari Rasulullah telah mengingatkan kita untuk  berhati-hati dalam memilih pemimpin. Bahkan Rasulullah saw. dengan tegas melarang memberikan kekuasaan (amanah) kepada  yang meminta kekuasaan. Dan Allahpun telah memberikan tuntunan kepada kita agar jangan menjadikan pemimpin orang yang berlainan aqidah sebagai pemimpin bagi kita.

Memilih pemimpin tidak sama dengan memilih kucing dalam karung. Kita harus mengetahui kriteria calon pemimpin kita. Dan kita harus mempunyai kriteria bagaimana memilih pemimpin yang tepat. 





Lalu pertanyaan kita bagaimanakah pemimpin yang baik dan tepat itu ? Sejarah Islam telah memberikan contoh yang baik dan tepat dalam memilih pemimpin yang baik dan tepat.

Pertama,  ia  merupakan orang yang beriman dan bertaqwa, istoqomah (konsisten) dan shaleh. Firman Allah : "Hai orang-orang beriman janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan nasrani menjadi  pemimpin-pemimpin (mu); Sebahagian mereka adalah pemimpin sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesunguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim ”.  ( Qs. Al-Maidah : 51 ) 

Kedua,     ia orang yang berakhlaqul karimah, tidak pernah terlibat tindakan kriminal, KKN dan tidak pernah melakukan tindakan yang merugikan rakyat dan bangsanya, seorang yang jujur dalam bertindak dan bertutur, amanah dan  sederhana.

Ketiga,    ia merupakan seorang yang memiliki kemampuan dan kapabilitas dalam memimpin.

Keempat, ia memiliki keberpihakan yang jelas kepada kaum   yang lemah  (rakyat kecil) dan memiliki rasa kasih sayang kepada  mereka.

kelima,     ia merupakan seorang yang adil yang mengutamakan kesejahteraan rakyat, bukan yang hanya  memikirkan dan mengutamakan diri sendiri. 





Keadilan seorang pemimpin laksana seteguk air bagi seorang yang sedang kehausan. Artinya pemimpin yang adil merupakan pelipur lara sekaligus pemecah masalah bagi masyarakatnya, atas segala  himpitan krisis yang melanda. Pemimpin yang adil dijadikan Allah SWT untuk mengurusi segala urusan kaum muslimin, meluruskan yang bengkok, membetulkan segala yang miring, memperbaiki segala yang rusak, menguatkan segala yang lemah, membela siapa saja yang teraniaya dan menolong siapa saja yang terlantar. Jadi tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa seorang pemimpin yang adil merupakan salah satu indikator bagi terwujudnya masyarakat madani yang dicita-citakan, dan tentunya mendapat keridhaan disisi Allah SWT.    
 


Didalam Al-Qur’an ditemukan beberapa sifat pokok yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Diantaranya dalam dua ayat, yaitu Surah As Sajadah ayat 24 dan Al Anbiyaa’ ayat 73.  firman Allah SWT : " Dan Kami jadikan diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami ”. ( Qs. As Sajadah : 24 )







“Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami-lah mereka selalu menyembah.” (Al Anbiyaa’ : 73)

Sifat-sifat yang dimaksud dalam ayat-ayat diatas adalah :

1. Kesabaran dan ketabahan; kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin ketika mereka tabah dan sabar.

2. “Yahduuna bi amrina; mengantar (masyarakatnya) ke tujuan yang sesuai dengan petunjuk Kami (Allah).

3. “ Wa auhaina ilaihim fi’la al-khairat ” ( telah membudaya pada diri mereka kebajikan).

4. “Abidin” ( seorang yang tekun beribadah, termasuk melaksanakan shalat dan menunaikan zakat ).

5. “Yuqinun” ( penuh keyakinan ).
 


Dari kelima sifat tersebut, al-shabr (ketekunan dan ketabahan) dijadikan Allah sebagai konsiderans pengangkatan, sebagaimana firman-Nya dalam surah As-sajadah ayat 24 diatas ( kami jadikan mereka pemimpin ketika mereka tabah dan sabar ). Ini untuk menegaskan bahwa inilah sifat yang amat pokok bagi seorang pemimpin, sedangkan sifat-sifat yang lainnya menggambarkan sifat-sifat mental yang harus melekat pada diri mereka sebagai calon yang akan memimpin. Dan pula sifat-sifat tersebut harus selalu terlihat, diperagakan didalam kehidupannya sehari-hari.
 


Sifat yang kedua mengandung arti bahwa seorang pemimpin minimal harus mampu menunjukkan jalan kebahagiaan kepada rakyatnya, atau dengan kata lain seorang pemimpin bukan hanya sekedar menunjukkan, tetapi hendaknya mampu pula memberikan contoh sosialisasinya.  Sama halnya dengan imam dalam shalat yang memberi contoh agar diteladani oleh makmumnya. Dengan kata lain mereka memiliki akhlak yang luhur sebagai mana dalam sifat ketiga dan keempat diatas. Itu semua dapat terlaksana  karena adanya keyakinan penuh didalam dada  mereka. 
 


Seorang pemimpin adalah cermin bagi masyarakatnya. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memahami aspirasi masyarakatnya, dia seharusnya disenangi, atau sekurang-kurangnya tidak dibenci. 



















Jadi jelaslah bahwa profil pemimpin masa depan negeri ini, pertama, harus membawa misi dan program yang baik, kedua, berorientasi ke masa depan sehingga mampu untuk mengatasi segala tantangan, rintangan, halangan, dan peluang. Ketiga, selalu menghasilkan produk yang tahan lama, bukan pembangunan yang mudah goyang dan hancur. Produk tersebut dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakatnya, bukan hanya untuk kalangan tertentu saja. keempat, selalu mengupayakan sesuatu yang diridhai Allah.
   
Ketika wacana calon telah digembar-gemborkan,  kita sebagai rakyat harus jeli dalam memilih dan memilah, siapa calon yang terbaik. Kita harus mampu bisa membedakan mana sosok pemimpin yang benar-benar ikhlas membantu bangsa ini dalam krisis multi dimensi yang dihadapi sekarang, bukan pemimpin yang hanya sekedar mengejar kekuasaan belaka.
 


Kita sebagai umat Islam, sebagai umat  yang mayoritas memiliki posisi yang penting dalam menentukan siapa yang akan memimpin bangsa ini kelak, dan menentukan arah perjalanan bangsa  ini ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu mari kita rapatkan barisan, kita tingkatkan Ukhuwah Islamiyah diantara kita. 
 


Sungguh, bangsa ini merindukan seorang pemimpin yang yang memiliki mental tanpa pamrih dalam mengemban amanah, melaksanakan seluruh kewajibannya sebagai pengayom rakyat, pemimpin yang memiliki keikhlasan dalam berkata dan bertindak, yang selalu memikirkan dan menginginkan kebaikan bagi rakyatnya. Oleh karena itu jangan salah pilih ....!!!.   Allahu A’lam

    

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Memilih Pemimpin"

Posting Komentar