Tanggung Jawab Dakwah






"Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shaleh dan berkata, “Sesungguhny aku termasuk orang-orang yang ber-serah diri”. (Q.S. Fushshilat:33)


Ridwan Abdullah Wu – seorang muslim Cina dari Singapura, Direktur World Assembly of Muslim Youth (WAMY) dan ketua The Muslim Converts assosiation of Singapore– mengatakan bahwa dakwah adalah “mengemuka-kan kepercayaan dan ajaran Islam kepada kaum muslim atau non muslim. Bagi non muslim itu pada essensinya adalah memperkenalkan bahwa ada satu Pencipta, bahwa kehidupan di dunia ini bersifat sementara dan manusia akan menghadap Tuhan di akhirat”.
Syaikh Jum’ah Amin Abdul Aziz mengatakan bahwa dakwah merupakan kebutuhan masyarakat (khususnya masyarakat muslim)
. Hal itu disebabkan oleh beberapa alasan  sebagai berikut:


  1. Manusia membutuhkan orang yang bisa menjelaskan kepada mereka apa-apa yang diperintahkan oleh Allah untuk menegakkan hujjah atas mereka. Allah SWT berfirman: “hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi dan pembawa khabar gembira dan pemberi peringatan dan utuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan jadi cahaya yang menerangi.” (Q.S. Al-Ahzab: 45-46)

  2. Kondisi kehidupan yang diwarnai oleh kerusakan, ketamakan, dan hawa nafsu, sementara para pelakunya menginginkan tersebarnya kerusakan tersebut di masyarakat.

  3. Takut terhadap laknat Allah yang akan ditimpakan atas masyarakat yang tidak melakdanakan amar ma’ruf  - nahi munkar. Sebagaimana yang menimpa bani Israil.



Allah SWT berfirman:

“ Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mun-kar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (Q.S. Al-Maaidah: 78-79)

Adapun tujuan dan aktifitas dakwah Islamiyah antara lain adalah:

1. Mengembalikan fitrah yang ada pada diri manusia.
2. Mengubah pengertian kepada pola pikir (fikrah)
3. Mengubah pola pikir menjadi aktivitas (harakah)
4. Mengubah aktivitas menjadi keberhasilan (natijah)
5. Mengubah keberhasilan menjadi tujuan (ghayah)
6. Mengubah tujuan menjadi mardhatillah.

Tersebarnya Islam di muka bumi ini dan akhirnya sampai kepada kita sehingga kita menjadi seorang muslim merupakan bukti dari dilaksanakannya dakwah Islamiyah dengan baik. Sebgai bagian dari rasa syukur kita, maka tugas tanggung jawab dakwah juga harus kita emban bersama-sama. Karena dakwa secara hukum menjadi tanggung jawab dan kewajiban yang harus diemban oleh setiap muslim, bukan hanya kewajiban orang-orang yang selama ini kita sebut ustadz, kiyai, ulama, atau mubaligh. Karenanya dakwah tidak hanya dilaksanakan dalam bentuk ceramah, khutbah dan pengajian-pengajian, tapi apapun yang dilakukan dalam rangka mempengaruhi orang lain ke arah hidup yang Islami merupakan pelaksanaan dari tugas dakwah.

Dijadikannya dakwah sebagai kewajiban atas setiap individu muslim dikarenakan dakwah memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan penting dalam kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat muslim. Dengan dakwah bisa di-sampaikan dan dijelaskan ajaran Islam kepada masyarakat sehingga mereka menjadi tahu, mana yang haq dan mana yang bathil.

Bahkan dakwah yang bukan hanya membuat masyarakat memahami mana yang haq dan mana yang bathil, tetapi juga memiliki keberpihakan kepada segala bentuk yang haq dengan segala konsekuensinya dan membenci yang bathil sehingga selalu berusaha menghancurkan yang bathil itu.

Banyak dalil yang dapat kita jadikan sebagai rujukan untuk mendukung pernyataan wajibnya melaksanajan tugas dakwah.

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah”. (Q.S. Ali Imran: 110)
Rasulullah SAW bersabda:

Dakwah merupakan upaya merekonstruksi masya-rakat yang masih mengandung unsur kejahiliyahan menjadi masyarakat yang Islami. Ini berarti bahwa dakwah merupakan upaya melakukan Islamisasi dalam seluruh sektor kehidupan manusia.

Untuk itu keterlibatan setiap muslim di dalam dakwah menjadi suatu keharusan, sesuai dengan potensi yang dimiliki individu masing-masing. Terbentuknya pribadi yang Islami, keluarga yang Islami dan masyarakat yang Islami merupakan target yang ingin dicapai dalam dakwah.

Target ini memerlu-kan dukungan setiap muslim, apalagi dakwah itu bukanlah hanya berbentuk ceramah dan khutbah. Tegasnya, apapun potentsi dan kemampuan yang dimiliki, semua itu dapat digunakan untuk kepentingan dakwah.

Dengan demikian menjadi jelaslah, bahwa dakwah merupakan kewajiban yang harus diemban oleh setiap kita yang mengaku muslim agar terwujud kehidupan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, baik yang terkait dengan masalah kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat dan bangsa.
Semoga dengan melaksanakan dakwah, terciptalah masyarakat Isalam yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:


  1. Masyarakat yang berakidah Islamiyyah: Laa Ilaha Illallah – Muhammad  Rasulullah

  2. Masyarakat yang senantiasa melaksanakan segala kewajiban dengan mengacu kepada tuntutan Ilahi.

  3. Masyarakat yang memiliki persepsi dan pola pikir yang Islami.

  4. Masyarakat yang memiliki loyalitas terhadap Islam.

  5. Masyarakat yang memiliki akhlakul karimah.

  6. masyarakat yang menjunjung itnggi martabat manusia dan menghargai hak-hak azazi manusia serta memiliki solidaritas dan kepedulian sosial.

  7. Masyarakat yang senantiasa menegakkan kebenaran dan keadilan; “Al-Amru bil ma’ruf wa nahyu ‘anil munkar” 



di kutip dari berbagai Sumber

Post a Comment for "Tanggung Jawab Dakwah"